12 Jangan Mudah Putus Asa. Saat memutuskan untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, banyak sekali rintangan dan cobaan yang akan anda hadapi. Anda tidak perlu sedih, khawatir ataupun putus asa, percayalah bahwa Allah selalu berada di dekat hambanya yang sedang berjuang untuk menjadi manusia yang baik. Sepertiyang telah di terangkan dalam ayat diatas (QS. Al-Ankabuut:2-3). Kalaupun kita beriman namun selalu saja mendapatkan cobaan itu adalah sebagai ujian setabal apa iman kita. Sadarlah bahwa Allah lebih mengetahui skenario yang terbaik bagi hamba-hambanya dan skenario itu mungkin tidak akan bisa dijangkau oleh akal pikiran kita. Allahmaha adil dan dia lebih tahu apa yang terbaik untuk hambaNya. Dan tak mungkin Allah menciptakan kesedihan, jika tak berimbang dengan kebahagiaan. Duhai hati.. Bersabarlah.. Teruslah bersabar, mungkin jika saat ini engkau bersedih. Percayalah.. Masih ada hari esok yang jika Allah mengizinkan,kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya TuhanMaha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu JanganPernah Berhenti Berdoa kepada Allah Sekalipun Belum Terkabul. SETIAP manusia pasti memiliki suatu keinginan atau harapan dalam hidupnya. Tentu kita menginginkan apa yang dicita-citakan dapat terwujud menjadi kenyataan. Tak hanya itu, dalam mengatasi suatu ujian atau permasalahan hidup, ada kalanya kita merasa tak mampu mengatasinya Allahlebih tahu setiap hambaNya yang berusaha tanpa putus asa, Allah tahu setiap hambaNya yang menagis untuk setiap solatnya, untuk setiap kehidupan seharian mereka kerana semata-mata inginkan pertunjuk dari Allah, semata-mata inginkan keredhaan dan keberkatan dari Allah walaupun dengan apa jua ujian yang ditempuhi. qf4542. OLeh Diana Rahma Qadari โ€”โ€“ Jika seseorang ditanya bagaimana bila harapannya berakhir dengan kesedihan? Seringkali terjawab โ€œtidak mauโ€ atau โ€œtidak siapโ€. Suatu hal yang lumrah jika yang diinginkan berakhir dengan kebahagiaan. Apabila Allah memberikan kesedihan berupa patah hati, kehilangan, kegagalan, tidak mendapatkan apa yang diinginkan, apakah kita bersedia menerima dengan hati yang lapang? Selama kita masih bernafas, ujian dan cobaan hadir dalam hidup kita. Kesedihan dan kebahagiaan saling bersisihan. Tentunya, setiap manusia tidak bisa memperoleh semua kebahagiaan meski itu menjadi sebuah harapan dan doa yang kerap dilangitkan. Kita boleh meletakkan ekspektasi bahwa apa yang diinginkan akan menjadi milik kita, namun siapkan hati yang lapang untuk menerima segala kemungkinkan karena diatas segala pinta kita, Allah lebih dulu tahu apa yang terbaik untuk kita. Allah Maha Mengetahui apa-apa saja yang terbaik bagi tiap manusia karena pemegang hak prerogatif atas takdir manusia. Tugas manusia tetap harus berprasangka baik terhadap kehendak Allah hingga saatnya Allah putuskan. Terkadang saat kita mengupayakan sesuatu, kita terlalu fokus kepada proses untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. Bagaimana caranya berhasil, persiapan apa yang harus dilakukan untuk mencapai yang diinginkan, dan tak sedikitpun menyiapkan diri dengan kemungkinan menghadapi kegagalan. Ketika kegagalan datang menghampiri, diri kita sibuk menyalahkan karena persiapan yang kurang maksimal atau bahkan larut dalam kesedihan. Kegagalan seakan membuat dunia tampak tidak ramah untuknya. Usaha dan upaya dikerahkan baik pikiran, energi, maupun waktu, dimaksimalkan untuk sebuah keberhasilan. Seringkali kita lupa bahwa di atas usaha dan upaya yang dilakukan ada kehendak Allah. Apabila Allah berkehendak lain maka tak akan sampai pada genggaman bahkan menyentuh ujung jaripun tidak. Ketetapan Allah adalah yang terbaik Sebagai hamba, kita haruslah meyakini bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik kepada hambaNya. Allah mengetahui apapun yang tidak kita ketahui, jika Allah selalu memberi keberhasilan, mungkin kita tidak akan menemukan diri kita yang lebih baik saat setelah melewati kegagalan. Karena saat diberikan kegagalan, maka ibadah sejatinya semakin khusyuโ€™, semakin deras dalam melantunkan dzikir. Kegagalanpun pasti tetap memiliki makna. Ikhtiar kita untuk mencari keridhoanNya tidak akan sia-sia. Luaskan hati untuk menerima dan meyakini bahwa segala urusannya Allah telah mengaturnya, seharusnya tak menyisakan keraguan dihati kita dan cemas menghadapinya. Apapun yang menjadi ketetapan yang Allah adalah yang terbaik bagi hambaNya. Menerima setiap ketetapanNya dengan hati yang luas dan lisan yang tak henti mengucapkan syukur karena saat itu diri kita sedang diberikan jalan paling baik. Kita perlu berlindung dari ekspektasi diri sendiri yang nantinya akan membawa diri kita dari kekecewaan yang terlalu dalam dan berlarut yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri. Keyakinan utuh kepada Allah justru akan membuat diri kita ringan dalam menjalani hidup disertai hati yang tenang. Jaga diri kita dari nglokroโ€™ ketika Allah hadapkan dengan sesuatu di luar ekspektasinya. Lisannya sibuk berkeluh kesah dan menganggap keadaan yang ia terima tidak akan membawa perubahan yang lebih baik apapun ikhtiarnya. Agaknya, kita perlu membiasakan mengawali segala penerimaan atau takdir dengan berkhusnudzon pada Allah. Bagaimana Allah akan mengubah keadaan kita jika tanpa disertai ikhtiar. Kita harus pantang menyerah membawa harapan dalam doa untuk terus mengetuk pintu rizkiNya. Adapun kenikmatan atau kesedihan yang diterima di akhir, jangan sampai membawa diri kita untuk melangkah menjauh dariNya. Harapan yang Allah ijabah menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri untuk kita. Bisa jadi kebahagiaan tersebut didapat karena sujud panjang setelah ujian bertubi-tubi dengan tetap meyakini bahwa Allah akan segera mengangkat beban di atas pundak, mengangkat kesedihan dalam hati dan Allah akan memberikan kebahagiaan seperti matahari terbit seusai malam berakhir. Namun, yang perlu kita hindari adalah saat diri kita menjadi jumawa saat mendapatkan kebahagiaan atas sesuatu yang di idam-idamkan. Kadang manusia mudah berbangga hati bahwa pencapaian yang didapatkan adalah karena kepandaiannya. Kesuksesan yang ia peroleh semata karena kerja kerasnya. Jangan sampai dibalik kebahagiaan yang kita terima justru menimbulkan kesedihan bagi oranglain. Keadaan maupun ketetapan yang sampai pada kita, kelola hati ketika Allah hadirkan kebahagiaan dan bersabar apabila cobaan menyapa kita seperti yang dijelaskan dalam QS. Al Baqarah155-156 Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,โ€ QS. Al Baqarah155. Dari QS Al Baqarah 155 dapat kita pahami bahwa setiap manusia akan diberikan cobaan oleh Allah dan kita diminta bersabar yang tentunya menjadi hal sulit apabila hati kita dalam kondisi yang tidak menentu. KetetapanNya adalah hal yang misterius bagi manusia, namun dalam kekecewaan yang kita terima saat ini bisa jadi menjadi sesuatu yang melegakan diwaktu kedepan. Kesedihan yang kita terima saat ini sangat mungkin berujung kebahagiaan di waktu yang lain dan hal tersebut baru dapat kita sadari saat hati kita mampu menerima ketetapanNya. Cobaan yang dihadirkan dalam hidup kita untuk menguji kita, kemana diri dan hati kita akan berlari dan mengadu. Ujian hidup diberikan sesuai kemampuan manusia, jangan sampai pikiran kita yang membatasi bahkan mendorong untuk melakukan hal-hal yang semakin menjauh dari titik terang. Banyak kehidupan diluar sana yang bertubi-tubi diberikan ujian, namun tetap berjuang untuk bertahap hidup. Masalah yang dialami oranglain lebih pelik dari masalah kita yang mungkin hanya persoalan patah hati. Oranglain berfikir bagaimana urusan makan esok hari sementara kita membuang makanan sisa yang kita dapatkan hari ini. Apapun ujian yang sedang kita alami, jangan menyerah untuk mendekat padaNya dan sesering mungkin lekatkan dahi kita untuk bersujud. Jika saat ini kita berbangga hati dengan harga yang kita terima, sempatkanlah menengok kehidupan orang-orang di pinggiran. Segala fase hidup yang diberikan Allah untuk kita pasti memiliki banyak catatan yang dapat diambil poin pentingnya dan tentu tidak sama pada masing-masing orang. Proses menjalani kehidupan yang dikawal dengan keimanan akan menjadi benteng diri sehingga diri kita tidak melakukan sesuatu yang tidak disukai olehNya dan menjadikan pandangan kita lebih luas untuk melihat kebaikan-kebaikan atas keadaan yang dihadirkan oleh Allah. Mungkin saat ini kita sedang menjalani kehidupan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya bahkan kehidupan yang tidak kita inginkan. Namun satu hal yang sangat penting adalah ikhlas dan jalani takdirNya dengan lapang dada. Hidup yang kita jalani bagaimanapun ceritanya adalah yang terbaik bagi kita. Semoga di sisa umur kita penuh hikmah, memiliki kebaikan diri yang semakin bertambah, dan istiqomah dijalanNya. Don't worry , Allah lebih tahu yang Terbaikbuku yang baik untuk santapan jiwa. Don't Worry, Allah Lebih Tahu Yang kita berasa Allah SWT tidak adil kepada kita kerana belum mengabulkan doa2 dan permintaan kira? Segala persoalan boleh dihuraikan bila membaca buku ini. Kerana Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Banyak manafaat yang boleh kita mengisi jiwa dengan ilmu bila membaca buku ini. Don't Worry, Allah Lebih Tahu Yang kita berasa Allah SWT tidak adil kepada kita kerana belum mengabulkan doa2 dan permintaan kira? Segala persoalan boleh dihuraikan bila membaca buku ini. Kerana Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Banyak manafaat yang boleh kita mengisi jiwa dengan ilmu bila membaca buku ini. Don't Worry, Allah Lebih Tahu Yang TerbaikPertama sekali bila terpandang buku ini jujur kata memang terpukau tengok kulit buku yang cantik. Bertepatan dengan tajuk, buku ini memujuk pembaca agar redha dengan segala ketentuan yang Allah berikan. Buku ini juga menyelitkan mutiara kata yang indah indah dan sirah sirah nabi buat renungan kita dalam muhasabah diri kembali. Sangat best. Don't Worry, Allah Lebih Tahu Yang TerbaikPertama sekali bila terpandang buku ini jujur kata memang terpukau tengok kulit buku yang cantik. Bertepatan dengan tajuk, buku ini memujuk pembaca agar redha dengan segala ketentuan yang Allah berikan. Buku ini juga menyelitkan mutiara kata yang indah indah dan sirah sirah nabi buat renungan kita dalam muhasabah diri kembali. Sangat best. Jika berbicara mengenai Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, saya jadi teringat sebuat kata-kata seperti ini bunyinya โ€œAllah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena segala sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik bagi Allah. Dan sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap buruk, belum tentu buruk bagi Allahโ€. Pernah tidak menginginkan sesuatu atau memiliki sesuatu tapi tidak kita dapatkan. Misalnya, kita pengen liburan ke suatu tempat, pengen kuliah luar negeri atau ke kampus impian, tetapi ternyata nggak kesampaian. Ya memang benar, bahwa setiap manusia baik itu laki-laki maupun perempuan pasti mempunyai sesuatu hal yang kita inginkan. Sebutlah hal itu dengan istilah cita-cita. Terkadang apa yang telah kita susun dari awal tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut emang sudah dirancang oleh Allah dengan sebaik-baiknya? Hal ini telah Allah sebutkan dalam firman-Nya pada Al-Qurโ€™an surah Al-Baqarah ayat 216, yang berbunyi ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ู‚ูุชูŽุงู„ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูุฑู’ู‡ูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒู’ุฑูŽู‡ููˆุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽุฑูŒู‘ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู„ุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ Artinya โ€œBoleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal dia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuiโ€. QS Al-Baqarah 216 Dalam Kitab Tafsir Taisir al-Karim; yang ditulis oleh As-Saโ€™di menjelaskan kepada manusia bahwa sesuatu yang tidak disukai belum tentu tidak baik. Pada satu titik sama halnya dengan segala sesuatu yang tidak disukai bisa jadi menyimpan berbagai kebaikan di dalamnya. Sebaliknya, sesuatu yang disukai bisa jadi menyimpan segudang mudharat. Ayat ini mengajarkan kita bahwa apa yang kita anggap kebaikan belum tentu di mata Allah juga kebaikan. Sebaliknya, suatu yang tidak kita senangi, justru itu yang baik untuk kita. Karena indra manusia itu sangat terbatas, saat ada tembok kita tidak bisa melihat apa yang ada di balik tembok, begitu juga dengan akal manusia yang tidak akan tau kejadian di masa yang akan datang. Sementara Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna dan Maha Mengetahui yang tidak dibatasi dengan halangan apapun. Percayalah, sesuatu yang menurutmu baik belum tentu baik menurut Allah dan sesuatu yang menurutmu tidak baik bisa saja yang terbaik menurut Allah. Memang ada saat dimana hidup yang kita jalani terasa sangat sulit bahkan menghadirkan kekosongan saat mata menatap kepada langit. Terkadang terlintas dibenak ingin rasanya lari dari semua hal yang membuat kepala penat. Segala tempaan dan cobaan yang datang mendekatpun dalam beberapa kesempatan cukup membuat mata ingin menangis kencang. Tapi apakah hal itu membuat kita harus berhenti percaya yang terbaik akan hadir? Refleksi Ayat Jika dipikir kembali, semua hal yang terjadi dalam hidup kita pada dasarnya mempunyai makna tersendiri dan mungkin jarang ada dari mereka yang memahaminya. Agama Islam mngajarkan kepada para umatnya untuk selalu berpikir positif terhadap apapun yang telah diberikan oleh Allah entah sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan ataupun tidak. Pasalnya, sesuai firman Allah swt bahwa semua manusia akan selalu diuji dalam kehidupannya. Entah itu dalam bentuk kebahagiaan maupun kesedihan. Kita selaku makhluk hanya bisa berencana dan berusaha sebisa dan semampunya. Hasil akhir kita pasrahkan penuh kepada Allah. Sikap yang kita ambil selaku hamba setelah perencanaan dan berusaha, adalah tawakal dan pasrah penuh akan hasil akhir kepada Allah selaku penentu. Ingatlah, bahwa Allah lah yang menciptakan kita, Ia pasti lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya yang diciptakannya. Jangan berhenti untuk percaya bahwa Allah selalu membersamai setiap langkah kita. Penyunting Ahmed Zaranggi Menikah Bahagia Untuk Kamu Lihat 20 Artikel Bagikan umi sara Untuk Kamu Lihat 20 Artikel Bagikan

allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hambanya