Yaayyuhal-ladzina 'amanuttaqullaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. (QS. Ali 'Imran : 102) Yaa ayyuhannaasut taquuw rabbakumullazhiy khalaqakum min nafsiwwaahidatiw wa khalaqa minhaa zawjahaa wa bastyam minhumaa rijaalan kasthiyraw wa nisaa-'aa wat-taqullaahal-la dzhiy tasaa-aluuna bihii wal arhaam innallaaha kaana
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ "Ya ayyuhal-ladhina amanut-taqullaha haqqa tuqatihi wa la tamutunna illa wa antum
Yaaayyuhalladheena aamanu, ittaqullaaha haqqa tuqatih, wa laa tamutunna illa wa antum muslimoon! Ayah 102 of Suratu Al Imran: {O believers, fear Allah properly (as you should) and do not die but as Muslims.}
AllahMost High tells us, saying, "O you who have believed"—ya ayyuha alladheena aamanu—"fear Allah continuously"—ittaqu allah haqqa tuqatihi—"and never, ever die unless you are in a state of wholehearted submission."—wa la tamutunna illa wa antum muslimun.
Padapenggalan akhir ayat tersebut (wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn) Allah memerintahkan kepada kita agar mati dalam keadaan beragama Islam. Manusia sendiri tidak akan mampu menjadikan dirinya tetap dalam agama Islam karena pada hakikatnya husnul khatimah ataupun suul khotimah (baik atau buruknya akhir hidup manusia) adalah kuasa
Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a'malina man yahdillah fala mudhilla lah wa man yudhlilhu fala haadiya lah" "Ya ayyuhalladzina amanut taqullaha haq qa tuqotihi wala tamutunna illa wa antum muslimun" di lanjutkan membaca dua kalimat syahadat
wYleOk. Oops Error... The Page You Are Looking For Couldn’t Be Found. You are experiencing technical issues. Please contact our support to get more information. Contact Support
Ittaqillah artinya – Seorang muslim yang rajin melaksanakan shalat Jumat tentu sudah tak asing dengan kata Ittaqillah atau ittaqullah pada saat khutbah berlangsung. Lalu apa yang disebut dengan ittaqillah atau ittaqullah? Simak ulasannya berikut ini. Kata-kata islami atau kalimat yang mengandung makna mendalam sering disampaikan pada momen khutbah shalat Jumat. Misalnya Amma Ba’du dan Ittaqullah. Keduanya sering kali dijumpai pada khutbah Jumat, karena memang keduanya memiliki arti yang bisa digunakan untuk khutbah sebagai kalimat pembuka atau penutup. Pada artikel kali ini akan dibahas tentang ittaqillah artinya atau arti dari kata ittaqullah. Arti dari kata tersebut ternyata mampu membuat seseorang bergetar dan menangis ketika mendengarnya. Seberapa dahsyat kah kata tersebut? Simak sampai selesai artikel ini. Ittaqillah Artinya adalah?Ittaqillah Artinya? Mampu Membuat Orang MenangisIttaqillah Artinya? Penjelasan Taqwa oleh Rasulullah SAWSurat At Taghabun Ayat 16 Tentang TaqwaYuk, Subscribe Sekarang Juga!Hikmah dari Arti IttaqullahRelated posts Sumber Kata Ittaqillah artinya adalah “Bertaqwalah kamu dengan sebenar-benarnya taqwa”. Kata tersebut yaitu ittaqullah yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat 102. Allah SWT berfirman يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ Latin Ya ayyuhalladzina amanu ittaqu allaha haqqa tuqatih, wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” Ali Imran 102. Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwa arti dari ittaqullah adalah taqwa yang sebenar-benarnya taqwa. Selain itu, kalimat ittaqullah juga memiliki makna keimanan yakni takutlah kepada Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Ittaqillah Artinya? Mampu Membuat Orang Menangis Sumber Mengutip dari ittaqullah memiliki makna yang begitu dahsyat dan mampu membuat orang yang mendengarnya menangis. Hal itu disampaikan oleh Syekh Ali Jaber Almarhum, beliau mengatakan bahwa orang shalih terdahulu jika mendengar kata ittaqullah maka langsung bergetar hati mereka. Selain itu jika mereka mendengar sekali lagi kata ittaqullah, langsung menangis mereka sekalian. Tak hanya itu ketika mereka mendengar kata ittaqullah lagi, maka mereka akan merasa takut kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kalimat pada ayat 102 surat Ali Imran memiliki makna yang begitu dalam sampai-sampai mampu membuat hati seseorang bergetar. Itulah yang disebut dengan taqwa, karena taqwa merupakan salah satu bentuk taat seorang hamba kepada Allah SWT. Ittaqillah Artinya? Penjelasan Taqwa oleh Rasulullah SAW Sumber Selain apa yang disampaikan oleh Syekh Ali Jaber Almarhum pada salah satu video di kanal YouTube, adapun penjelasan taqwa menurut Rasulullah. Rasulullah SAW menjelaskan orang yang taqwa dan benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT maka mereka secara sadar bahwa apa yang telah terjadi pada dirinya atas kehendak Allah semata. Dan apa yang telah luput dari dirinya memang kehendak Allah pula dan takkan pernah mengenai dirinya. Seperti halnya yang dijelaskan oleh sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib dari Ibnu Abbas, yaitu orang yang benar-benar taqwa yaitu seperti jihad yang benar-benar jihad tanpa dipengaruhi apapun. Jadi ittaqillah artinya atau ittaqullah memiliki makna yang sangat luar biasa sehingga keimanan pun bisa diukur dari ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT. Surat At Taghabun Ayat 16 Tentang Taqwa Sumber Penjelasan tentang taqwa tak hanya sampai di sana, Allah menurunkan surat At Taghabun ayat 16 yang menjelaskan tentang taqwa kepada Allah SWT. Yuk, Subscribe Sekarang Juga! Allah SWT berfirman فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ Artinya “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dari ayat tersebut dapat ditarik arti taqwa yaitu sesuai apa yang disanggupi. Dengan kata lain orang yang benar-benar taqwa adalah mereka yang sesuai dengan kemampuannya. Maka itulah yang disebut dengan taqwa yang sebenar-benarnya taqwa. Hikmah dari Arti Ittaqullah Sumber Apa yang sudah dijelaskan di atas bahwa ittaqillah artinya adalah taqwa dan takut kepada Allah. Jika Anda sudah menangis dan bergetar hati ketika mendengar kata tersebut maka bisa jadi Anda termasuk orang-orang yang bertaqwa. Dan ketaqwaan adalah sebuah hal yang berjalan pada kemampuan seseorang masing-masing. Sehingga itulah yang disebut dengan taqwa yang seutuhnya. Maka marilah bersama-sama agar selalu bertaqwa kepada Allah SWT agar mendapatkan pahala dan surganya Allah SWT. Demikianlah pembahasan mengenai ittaqillah artinya dan makna yang ada di dalamnya semoga bermanfaat untuk Anda. Jika ingin membaca quote motivasi lainnya, silahkan kunjungi situs Blog Evermos. Jika Anda ingin memiliki usaha tanpa memerlukan modal, caranya mudah banget. SIlahkan bergabung menjadi reseller Evermos dan dapatkan keuntungannya. Klik di bawah ya untuk bergabung. YUK, GABUNG DISINI! Related posts
The True Belief Allah, ta^ala, said in the Qur’an يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ – 102 Ya ayyuhal-ladhina amanut-taqullaha haqqa tuqatihi wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Ayah 102 of Suratu Al ^Imran means {O believers, fear Allah properly as you should and do not die but as Muslims.} The Religion of Islam Islam is the true Religion that the sound mind supports, and it is appropriate for every age and time. It is the Religion of all the prophets from the first of them, Adam, to the final one, Muhammad, may peace be upon them all. Allah sent the prophets to guide the people to what is good and beneficial, to guide them to piety, and to teach them to be steadfast on this Religion until the end of their lives. Piety Piety Taqwa occurs by doing all the obligations and avoiding all the sins. Whoever achieves this state becomes a pious person. The first among these obligations is knowing and believing in Allah, ta^ala, and His Prophet Muhammad, sallallahu ^alayhi wa sallam. Professing the Two Shahadahs In regards to the blasphemer who wants to embrace Islam, the belief is not accepted without one uttering the Two Testifications Shahadahs. In addition, the Muslim is obligated to recite the Two Testifications Shahadahs in every prayer for validity of that prayer. The Two Testifications are I testify that no one is God except Allah and I testify that Muhammad is the Messenger of Allah. The meaning of the Two Shahadahs أشهد أن لا إله إلا الله The meaning of Ash-hadu alla ilaha illallah is I know, I believe, and I declare that no one is God except Allah, no one deserves to be worshipped except Allah. أشهد أن محمد رسول الله The meaning of Ash-hadu anna Muhammadar Rasulullah is I know, I believe, and I declare that our Master Muhammad, the son of ^Abdullah, is the Messenger of Allah to both the humans and jinn, and that he is truthful in all of what he conveyed from Allah. The purpose of the Two Testifications To confirm that Allah is the One and only God, and that Muhammad is His Messenger, while rejecting that which contradicts this. Allah, ta^ala, said in the Qur’an وَمَن لَّمْ يُؤْمِن بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيراً – سورة الفتح 13 Wa mal lam yu’mim billahi wa rasulihi fa’inna a^tadna lil-kafirina sa^ira. Ayah 13 of Suratul-Fath means {Those who do not believe in Allah and His Messenger are blasphemers, for whom Allah has prepared Hellfire.}
Ilustrasi Foto Dok/Google Images "YAA ayyuhalladziina amana ittaqullaaha haqqo tuqotih. Wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan, janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama Islam.” QS Ali Imran 102. Sepenggal ayat ini selalu kita dengar pada setiap khutbah-khutbah salat Jumat. Kita selalu diingatkan oleh sang khotib. Kalimat yang diulang dan berulang di hari Jumat yang mubarak. Pengulangan yang seolah sama, padahal hakikat dimensinya tentu berbeda. Mengapa demikian? Menurut pandangan sederhana saya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya saya, Anda, dan keluarga untuk bertakwa kepada Allah Azza Wajalla. Takwa secara etimologis berarti waspada diri dan takut. Takwa kepada Allah secara terminologis adalah melaksanakan perintah Allah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan Allah sebagaimana yang dilarang oleh Allah. Dari sepenggal ayat itu, para sahabat Nabi mengajarkan kita untuk memahami arti haqqa tuqatih sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawai dari Abdullah Ibn Mas’ud yang artinya, “Ittaqullah haqqa tuqatihi ialah hendaknya Dia ditaati tidak dimaksiati, disyukuri tidak diingkari, dan diingat tidak dilupakan.” HR Al-Hakim. Penggalan ayat haqqa tuqatih juga dapat bermakna bertakwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan maksimal yang dimilikinya. Ini didasarkan pada Surah At-Taqhabun yang artinya, “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” QS At-Taghabun 16. Yang dimaksud dengan “Walatamutunna wa antum muslimuun” antara lain adalah “Janganlah seseorang itu meninggal, melainkan ia berbaik sangka kepada Allah.” Sesuai hadis Nabi yang artinya, “Janganlah seorang di antara kamu mati, melainkan ia berbaik sangka terhadap Allah.” HR Muslim. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Allah berfirman Aku berada pada prasangka hamba-Ku terhadap diri-Ku. Jika ia berprasangka baik, ia adalah untuk dirinya sendiri. Jika ia berburuk sangka terhadap diri-Ku, itu adalah untuk dirinya sendiri.” Walatamutunna wa antum muslimuun bisa juga dipahami bahwa janganlah seseorang muslim meninggal dunia sebelum semua aspek aktivitas lahir dan batinnya sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Melalui tulisan ini, saya ingin mengingatkan diri saya sendiri, keluarga saya, para pembaca, dan umat muslim lainnya untuk selalu bertakwa kepada Allah. Untuk menuju insan yang bertakwa tentulah harus selalu mendekatkan diri pada Allah dengan menegakkan salat wajib dan sunah serta ibadah-ibadah lainnya. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan manusia munafik dan fasik. Amin. EDITOR Eka Setiawan/ Wartawan Lampung Post loading...
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ آل عمران ١٠٢ yāayyuhāيَٰٓأَيُّهَاO youāmanūءَامَنُوا۟believe[d]!ḥaqqaحَقَّas is His righttuqātihiتُقَاتِهِۦthat He should be fearedwa-antumوَأَنتُم[while you]mus'limūnaمُّسْلِمُونَas MuslimsYaaa ayyuhal lazeena aamanut taqul laaha haqqa tuqaatihee wa laa tamoontunna illaa wa antum muslimoon ʾĀl ʿImrān 3102Sahih InternationalO you who have believed, fear Allah as He should be feared and do not die except as Muslims [in submission to Him]. Ali 'Imran [3] 1021 Mufti Taqi UsmaniO you who believe, fear Allah, as He should be feared, and let not yourself die save as Dr. Mustafa Khattab, the Clear Quran3 Ruwwad Translation Center4 A. J. Arberry5 Abdul Haleem6 Abdul Majid Daryabadi7 Abdullah Yusuf Ali8 Abul Ala Maududi9 Ahmed Ali10 Ahmed Raza Khan11 Ali Quli Qarai12 Ali Ünal13 Amatul Rahman Omar14 English Literal15 Faridul Haque16 Hamid S. Aziz17 Hilali & Khan18 Maulana Mohammad Ali19 Mohammad Habib Shakir20 Mohammed Marmaduke William Pickthall21 Muhammad Sarwar22 Qaribullah & Darwish23 Safi-ur-Rahman al-Mubarakpuri24 Wahiduddin Khan25 Talal Itani26 Tafsir jalalayn27 Tafseer Ibn Kathirالقرآن الكريم - آل عمران3 102Ali 'Imran 3102
arti wala tamutunna illa wa antum muslimun